Berbisnislah dengan cara yang diridai Allah

Dengan mendaftar, Anda akan mendapatkan artikel Cara Bisnis di Internet yang diridai Allah

Masukkan alamat email Anda:

Delivered by FeedBurner

Asli Tapi Palsu (Aspal)

Asli Tapi Palsu (Aspal)
Adakah yang mengetahui keadaan suatu barang yang dijual adalah asli? Anda mungkin kesulitan kecuali ahlinya, semisal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kelihatan asli tapi palsu (aspal). Menyerupai suatu benda sesuai aslinya. Padahal, sesungguhnya yang asli bukan begitu. Misalnya, kain. Secara lahir, anda sulit membedakan mana yang betul-betul asli kain katun dengan yang bukan katun. Secara kasat mata, kain itu begitu indah karena dibordir dengan ahli. Namun setelah dipegang, ternyata dia bukan kain katun. Artinya, untuk mengenali suatu barang tidak sebatas dipandang tetapi harus dipegang atau dirasakan. Bagaimana dengan produk iklan? Apakah anda langsung tertarik? Sekilas bila dilihat oleh mata demikian menarik perhatian, apalagi ditambah dengan propaganda. Selera anda langsung tertumpu pada iklan tersebut. Saat ini marak barang dagangan dipamerkan langsung atau lewat iklan di media elektronik, termasuk juga lewat cyber.

Kejahatan manusia ternyata demikian tangguh mencapai puncaknya di zaman yang serba cepat, serba gampang, serba didapat tanpa proses transaksi langsung di darat atau tatap muka. Multimedia memang memberi kemudahan buat siapapun untuk mempromosikan barang dagangannya. Anda, saya, dan orang-orang yang tidak menampik kehadiran si ‘raja ilusi’, memang dengan santai dapat mengerjakan berbagai kepentingan cukup dilakukan di rumah. Saat anda bertemu dengan pasangan yang ingin anda impikan lewat internet, ternyata tidak seperti diidam-idamkannya. Anda kaget ternyata secara langsung perempuan tersebut banyak berbohong. Apakah anda merasa aman apabila kenyataannya seperti itu?

Transaksi seharusnya dilakukan dengan cara tatap muka apabila memungkinkan. Lebih afdhol (utama). Akan tetapi, kemajuan teknologi sangat memungkinkan hubungan dapat dilakukan tanpa kehadiran fisik manusia. Keunggulan teknologi sudah memberikan kemudahan bagi siapapun yang tidak dapat mengejar waktu, biaya, dan faktor-faktor lainnya. Anda akan lebih mudah berhubungan dengan sahabat anda yang berada di Amerika hanya dengan sentuhan papan tuts di hadapan layar monitor komputer anda.

Asli tapi palsu (aspal) adalah sebuah rekayasa manusia untuk mengakali kecanggihan teknologi yang telah memanjakan dirinya. Anda masih terbelenggu oleh kenakalan perbuatan tangan setan. Si ‘raja ilusi’ sesungguhnya merupakan bukti nyata bahwa transaksi goib sudah dapat dirasakan. Coba anda renungkan, bahwa tanpa kehadiran langsung secara fisik manusia yang saling berhubungan dapat dilakukan dari jarak jauh, bahkan tanpa penghubung perangkat elektronik semisal kabel (wireless).

Prosesnya persis seperti seorang yang diberi karunia oleh Allah SWT dapat berhubungan dengan para kekasih-Nya yang berada di alam barzakh. Allah Azza wa Jalla adalah Tuhan yang dapat mengubah keadaan disesuaikan dengan kemajuan pemikiran umat manusia. Anda pasti akan lebih tercengang apabila kejadian alam goib seperti tanpa adanya keimanan. Adakah asal usulnya yang menjadikan peristiwa alam goib diperlihatkan kepada umat manusia tanpa keimanan? Allah SWT berkehendak agar manusia dapat belajar akan adanya peristiwa goib yang dapat terjadi di luar talar manusia. Apakah anda merenungkan bagaimana proses terjadinya hubungan tanpa perantaraan antara si A di kota C dengan B di kota F? Pada awalnya, sebelum merebak hand phone dipasarkan secara bebas, anda kaget saat pertama kali melihat seseorang yang berkomunikasi sendiri tanpa ada orang lain di sebelahnya. Bagaimana anda menyikapinya bila hal yang sama terjadi pada seseorang yang dikaruniai oleh Allah SWT dapat berhubungan dengan para kekasih-Nya tanpa kehadiran secara lahir? Pasti anda kaget karena anda belum memiliki karunia tersebut.

Asal usul peristiwa goib yang diperlihatkan secara bebas menjadi pelajaran untuk umat manusia akan kebesaran Allah Azza wa Jalla. Adakah di antara mereka dapat bertambah keyakinannya terhadap suatu alam yang belum diperlihatkan? Masihkah manusia yang berada di alam dunia mengabaikan Allah Azza wa Jalla yang telah mengadakan semua yang ada di langit dan di bumi? Apakah umat manusia merasa dirinya paling hebat? Apakah kemajuan teknologi sama sekali lepas dari sentuhan ‘kebesaran tangan’ Allah Azza wa Jalla? Adakah yang mau berpikir bahwa sesungguhnya Allah Azza wa Jalla masih sayang terhadap manusia? Adakah semua yang dialami manusia saat ini dapat dijadikan sebagai suatu kejadian luar biasa? Adakah Allah SWT di hati anda?

Sekiranya Allah SWT menjadi bagian yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan, maka tak mungkin perbuatan asli tapi palsu (aspal) dilakukan. Perbuatan semacam ini merupakan salah satu bentuk kejahatan umat manusia yang dipengaruhi oleh kejahatan setan. Adakah yang menyadarinya? Anda sesungguhnya adalah sasaran kejahatan setan untuk menjadi sahabatnya. Allah SWT mengingatkan kepada manusia akan tabiat setan, “Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al-Baqarah:169).

Kemajuan peradaban umat manusia telah membius manusia sendiri. Anda tidak pernah menyadari bahwa setan telah membuat perangkap yang sangat hebat. Kecanggihan teknologi dibuat seolah-olah menjadi peradaban umat manusia yang sesungguhnya. Di balik itu, dia menjebak pemikiran manusia yang lemah imannya. Akal yang merupakan salah satu karunia Allah SWT yang diberikan kepada manusia telah memperdaya manusia. Padahal, akal seharusnya dijadikan sebagai alat untuk dapat merenungkan setiap kejadian yang berada di dunia. Masalah bagaimana peradaban umat manusia dapat mengubah main stream adanya kejadian yang dapat menyeret keimanan manusia pada tingkat paling rendah? Seharusnya bukan dibiarkan begitu saja oleh anda yang akan menghadapi kenyataan seperti itu. Lebih baik direnungkan agar menjadi pelajaran.

Manusia sering berangan-angan untuk meraih keberhasilan akan sesuatu yang diinginkannya. Sayangnya, keinginan itu melampau batas-batas kewajaran yang seharusnya dapat dipertimbangkan dengan akal yang jernih dari hasutan. Bila anda berkeinginan agar produk anda atau pemikiran anda dapat dibeli oleh orang, maka cara-cara yang ditempuh tidak harus keluar dari ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah Azza wa Jalla. Allah SWT berfirman di dalam surat Yasin mengenai peringatan yang diwahyukan kepada Rasul-Nya agar mereka (kaum yang bapak-bapaknya belum pernah diberi peringatan) diberikan peringatan karena berlaku ketentuan Allah atas mereka, “Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman” (QS, Yasin:7).

Saya hanya meneruskan apa yang ada di dalam Al-Quran. Apakah anda mengerti tentang peringatan untuk tidak mengadakan kegiatan aspal, maka sekali lagi semuanya sudah ada ketentuan Allah.

Kepedulian Berbagi:
    Blogger Comment

0 komentar:

Post a Comment